Menerima

Lama rasanya tidak membuat tulisan, ternyata rindu juga. Dulu, setiap ada sesuatu yang dirasakan atau mengganjal dipikiran, pasti selalu menyempatkan diri menyalurkan lewat tulisan. Kenapa lewat tulisan? Karena, saya ingin mengabadikan pemikiran saya dan menghadiahi diri saya di masa depan, bahwa diri saya di masa lalu, pernah merasakan atau berpikir seperti ini. Dan juga, ada rasa damai yang luar biasa indah setelah saya menyalurkan apa yang saya pikirkan. Sekarang, setelah masuk bangku perkuliahan, semuanya berubah.

Banyak kejadian dan peristiwa yang tidak terabadikan di sini. Pengalaman hidup dan kebahagiaan semuanya berhembus begitu saja. Ah, dunia perkuliahan memang membawa banyak perubahan. Dan saya menyadari, tidak mudah untuk bisa beradaptasi. Apalagi, terhadap hal-hal yang menyangkut perasaan. Masa peralihan dari remaja menuju dewasa tentu menjadi sebab utama, dan saya harus mulai terbiasa. Terbiasa untuk bersikap biasa-biasa saja terhadap hal yang sebenarnya luar biasa.

Menjadi dewasa, adalah tentang menerima. Entah menerima kenyataan manis, ataupun sebaliknya. Ini tentu tidak mudah. Disaat kita mendapatkan kebahagiaan dari seseorang yang masih menjadi hak orang lain, kita tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima. Menerima kenyataan bahwa kita bukan satu-satunya. Dan bisa saja, kebahagiaan yang kita dapatkan adalah ilusi dari dirinya yang mendambakan kebahagiaan dari orang yang dia harapkan. Dan bodohnya, kita seringkali bersembunyi kepada alasan-alasan yang kita buat sendiri. Kita sering membuat pembelaan atas apa yang dia lakukan agar perasaan kita tetap terjaga dan tidak terluka. Ah, cinta memang sering kali merebut logika.

Untuk semua hal baik yang datang, terimakasih. 20 tahun yang tidak mudah. Salam hormat, semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun ke-4

Tentang Kegagalan

Untuk Diriku di Masa Depan