Untuk Diriku di Masa Depan

Halo diriku di masa depan, kapan pun kamu membaca ini, entah 10 tahun atau mungkin 15 tahun ke depan. Aku ingin berbagi apa yang aku rasakan saat ini. November nanti, aku genap berusia 20 tahun. Mungkin saat ini usiamu sekitar 30-35 tahun ya? Sudah menikah dengan wanita impianmu kan? Sudah punya jagoan kecil juga kan? Bagaimana kabar mereka? Titipkan salamku pada mereka. Atau, ajak juga mereka membaca ini.

Akhir-akhir ini, aku merasa gelisah. Resah dan rasa takut terus menggerogoti kepalaku. Kegagalan menjadi hal yang paling sering aku alami saat ini. Beberapa pertanyaan sering kali timbul dalam pikiranku. “Apakah aku bisa melewati ini?”, “Apakah aku bisa seperti mereka?”, “Kenapa semuanya terasa sulit?”, “Apakah dulu mereka juga merasakan apa yang aku rasakan?”.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi gulma yang terus tumbuh dalam pikiranku. Dilain hal, tekanan lingkungan juga menjadi sebab kekhawatiranku. Aku takut, aku takut jika semuanya tidak sesuai dengan yang aku inginkan. Aku ingin segera keluar dari belenggu ini, aku ingin meraih mimpi dan hidup sesuai dengan yang aku inginkan.

Aku percaya bahwa sesuatu yang terbaik, tidak selalu datang tepat waktu dan tidak selalu sesuai dengan yang kita mau. Tapi kalau boleh meminta, aku ingin sesuatu yang terbaik tersebut datang saat ini juga, memegang tanganku, lalu berlari membawaku menuju hal yang aku mau.

Untuk diriku di masa depan, aku pernah sekhawatir ini memikirkan masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun ke-4

Tentang Kegagalan