Saat Idealisme Bersebrangan

Pada hari Jum’at, 13 Mei 2022. Aku mengunjugi tempat itu kembali. Tempat yang bagi kebanyakan orang wajib dikunjungi dua minggu sekali. Namun saat ini, tempat itu seakan menjadi tempat yang paling aku hindari. Tempat itu terakhir kukunjungi 10 bulan yang lalu. Saat itu, sepulangnya dari tempat tersebut, aku berkomitmen kepada diri sendiri untuk tidak kembali lagi ke tempat itu dalam waktu yang tidak ditentukan.

Aku berpegangan kuat kepada kata-kata Iqbal Ramadhan, “Setidaknya sekali dalam hidup, kita harus merasakan gondrong” itulah yang aku tanamkan selama 10 bulan terakhir.

Kenapa akhirnya memutusakan kembali ketempat itu setelah 10 bulan? Tentunya bukan karena desakan orang yang terus berkata “kapan potong rambut?” dan lain sebagainya. Ini lebih kepada keharusan yang wajib ditaati. Meski jelas, keharusan ini, sangat bersebrangan dengan idealismeku selama ini.

Tapi pada akhirnya, semuanya tak seburuk yang dibayangkan. Setelah potong rambut, kepalaku menjadi terasa ringan. Kegiatan setelah bangun tidur yang seharusnya menguncir rambut sebelum ke kamar mandi, kini sudah tidak perlu dilakukan lagi. Dan tentunya bukan hanya itu, masih banyak lagi kemudahan yang didapatkan setelah memotong rambut.

Jadi, apakah idealisme terhadap sesuatu itu perlu? Menurut saya itu sangat perlu. Selagi hal tersebut memberikan dampak positif bagi diri kalian. Bagaimana jika hal tersebut bersebrangan dengan orang lain? Mari kita lihat kutipan Ferry Irwandi, “Idealis adalah kata-kata yang kita pake untuk ngasih tahu ke orang kalau kita ‘oke’ padahal gak selalu ‘oke’ juga”.

Jadi, tanyakan kembali kepada diri kalian, apakah hal ini benar-benar memberikan dampak positif? Atau hanya memenuhi ego kalian sendiri? Jika hanya memenuhi ego kalian sendiri, pastikan kalian berada di lingkungan yang tepat, yang mendukung kalian melakukan hal itu.

Aku menulis ini bukan berarti aku tidak akan gondrong lagi. Masih ada hal yang belum terpenuhi, dan tentunya hal itu akan aku lakukan kembali setelah aku menemukan lingkungan yang tepat.

Salam hormat, semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun ke-4

Tentang Kegagalan

Untuk Diriku di Masa Depan