Mirror

Hampiri cermin yang menempel di dinding itu. Lalu, lihatlah sosok di hadapanmu. Sosok yang mungkin kau banggakan karena disukai banyak orang. Atau mungkin, sosok yang kau benci, karena tidak seperti kebanyakan orang. Lihatlah baik-baik sosok itu. Sosok yang selalu ada bersamamu, sosok yang ikut terluka saat kau terluka, sosok yang mungkin sering kau salahkan ketika keingianmu tak tercapai. Sosok itu tak pernah mengeluh, ia tetap setia kepadamu. Sosok itu menerima jalan yang di takdirkan untuknya, yaitu mendampingimu.

Sosok itu adalah ragamu. Jika dipikirakan ulang, sebenarnya tuhan menciptakan kita dalam dua kesatuan. Yang pertama adalah yang sedang kau tatap di cermin. Dan yang kedua adalah kau yang sesungguhnya. Yang dapat berpikir, yang dapat menentukan akan kemana arah jalan hidupmu. Dan sering kali kita keliru akan hal itu.

Mungkin kau pernah suatu waktu, melukai ragamu karena kesalahan atau kekecewaan yang diperbuat oleh dirimu yang sesungguhnya. Aku pun demikian. Aku sempat ingin menghilang dari bumi karena beratnya masalah yang dihadapi, hingga akhirnya aku menemukan lagu-lagu Kunto Aji. Lagu yang berhasil meredam semua kegelisahan hati, dan meyakinkan bahwa aku masih layak hidup di bumi, bahkan untuk kembali mengejar mimpi.

Lucu memang, kita menghakimi sosok tidak berdosa akibat gagalnya kita mengatasi semua permasalahan yang ada. Dan saat itu terjadi, kita sama sekali tidak sadar bahwa yang kita lakukan adalah kesalahan. Dan setelah sadar, kita akan menganggap diri kita di masa lalu sebagai kebodohan. Sudah, tak usah menyesalkan yang sudah terjadi, kita yang lebih dewasa sekarang adalah akumulasi dari kebodohan-kebodohan kita di masa lalu.

Sekarang, ucapkan terimakasih kepada sosok di cemin itu. Ucapkan terimakasih karena telah bertahan. Ucapkan terimakasih karena telah menemanimu sampai ke titik sekarang. Beri dia senyuman termanis, dan berjanjilah kepadanya bahwa kau akan melakukan segalanya dengan sebaik dan semaksimal mungkin. Buktikan kepadanya bahwa kau akan menjadi sosok hebat, yang akan membuat sosok di cermin itu istimewa dan menginspirasi banyak orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun ke-4

Tentang Kegagalan

Untuk Diriku di Masa Depan