Bukan karena Hujan

Aku merasa sangat lelah hari ini, hidungku mengeluarkan cairan, suhu tubuhku meningkat, untuk pertama kali setelah sekian lama aku merasakan lagi mandi dengan air hangat. Ini semua berawal saat kemarin aku hadir di pesta pernikahan temanku. Semua alumni hadir dan memberikan selamat. Belum sempat pulang kerumah, aku diajak teman kesebuah tempat untuk bermain sekaligus mengisi perut.

Setibanya ditempat tersebut aku disuguhkan saung bambu yang mengapung diatas kolam ikan, ditambah hamparan hijau pesawahan yang membuat suasana hati semakin sejuk.Tak lama berbincang perkara kondisi hati dan karir, akhirnya makanan yang kami pesan tiba dipangkuan. Sepiring (mie ebroh pedas) level 2 dan segelas Pop Ice yang aku pesan tak butuh waktu lama untuk habis. Baru kali ini aku menyantap Mie super pedas yang cocok di lidah.

Awan menggelap tatkala kami memutuskan untuk pulang. Benar saja, diperjalanan hujan turun dengan cukup deras. Kami memutuskan untuk terus menggerus jalan melibas hujan yang membasahi pakaian. Aku sangat membenci orang yang mengaku sebagai pawang hujan. Benarkah dia bisa mengatur agar tidak turun hujan? Kalo begitu bisakah dia menurunkan hujan di musim kemarau? Aku rasa hanya sang kuasa yang dapat mengendalikan hujan.

Menurutku ini momen langka, tak sepatutnya kita menghindari karunia sang kuasa. Hujan turun sebagai nikmat yang harus kita syukuri. Aku rasa terlalu hina orang yang membenci turunnya hujan. Mungkin orang seperti itu tidak sadar akan merdunya suara hujan dan harumnya aroma tanah terguyur air yang memberikan ketenangan.

Setelah selesai mandi dengan air hangat aku tersadar bahwa penyebab semua ini bukan karena hujan. Melainkan hanya tubuhku yang kelelahan. Maklum sehari sebelumnya tidurku kurang cukup, seharusnya sepulang pesta pernikahan aku istirahat untuk melanjutkan tidur, bodohnya aku memilih untuk ikut bersama teman-teman. Buktinya setelah mandi dengan air hangat aku merasa lebih baik, bukan lebih buruk.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun ke-4

Tentang Kegagalan

Untuk Diriku di Masa Depan